jihad ini berasal dari bahasa Arab. Kalau diterjemahkan ke bahasa Melayu secara 'word by word' atau 'lafzan bil lafzi'. kata jihad ini bermaksud sungguh-sungguh, bukannya berjuang. Kata jihad
ini berasal dari perkataan jahada, yajhudu, juhdan atau jihadan.
Jahada artinya dia bersungguh-sungguh.
Ajhadu artinya dia sedang atau akan bersungguh-sungguh.
Jihadan artinya kesungguhan. Juhdan - kesungguhan.
jihad artinya bersungguh-sungguh.
Jadi pengertian jihad mengikuti dengan istilah ialah bersungguh-sungguh
mengeluarkan tenaga yang ada dalam diri seseorang itu baik tenaga
lahirnya mahupun batinnya, tenaga akal, tenaga jiwa, tenaga fiziknya,
digunakan untuk menegakkan sesuatu yang akan diperjuangkan dan
bergantung dengan niat masing-masing.
Jihad artinya bersungguh-sungguh iaitu bersungguh-sungguh memerah
tenaga yang ada pada diri kita ini baik tenaga lahir mahupun batin
untuk menegakkan apa yang kita cita-citakan. Kalau kita sebagai orang
Islam yang ada cita-cita Islam tentulah hendak menegakkan Islam.
Orang lain tentulah ada niat-niatnya tersendiri pula.
ini berasal dari perkataan jahada, yajhudu, juhdan atau jihadan.
Jahada artinya dia bersungguh-sungguh.
Ajhadu artinya dia sedang atau akan bersungguh-sungguh.
Jihadan artinya kesungguhan. Juhdan - kesungguhan.
jihad artinya bersungguh-sungguh.
Jadi pengertian jihad mengikuti dengan istilah ialah bersungguh-sungguh
mengeluarkan tenaga yang ada dalam diri seseorang itu baik tenaga
lahirnya mahupun batinnya, tenaga akal, tenaga jiwa, tenaga fiziknya,
digunakan untuk menegakkan sesuatu yang akan diperjuangkan dan
bergantung dengan niat masing-masing.
Jihad artinya bersungguh-sungguh iaitu bersungguh-sungguh memerah
tenaga yang ada pada diri kita ini baik tenaga lahir mahupun batin
untuk menegakkan apa yang kita cita-citakan. Kalau kita sebagai orang
Islam yang ada cita-cita Islam tentulah hendak menegakkan Islam.
Orang lain tentulah ada niat-niatnya tersendiri pula.
(1) Menghadapi musuh yang nyata;
(2) Menghadapi setan;
(3) Menghadapi nafsu yang terdapat dalam diri masing-masing.
Ketiga hal di atas menurut Al-Isfahani dicakup oleh Firman Allah: “Berjihadlah demi Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj [22]: 78).
Pada umumnya, ayat-ayat yang berbicara tentang jihad tidak menyebutkan objek yang harus dihadapi. Yang secara tegas dinyatakan objeknya hanyalah berjihad menghadapi orang kafir dan munafik sebagaimana disebutkan Al-Quran surat At-Taubah ayat 73 dan At-Tahrim ayat 9. “Wahai Nabi, berjihadlah menghadapi orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat.”
Tetapi ini tidak berarti bahwa hanya kedua objek itu yang harus dihadapi dengan jihad, karena dalam ayat-ayat lain disebutkan musuh-musuh yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kejahatan, yaitu setan dan nafsu manusia sendiri. Keduanya pun harus dihadapi dengan perjuangan.
Sumber : http://zonaislam.net/?p=8236 dan yahoo groups